Siapa, Apa dan Mengapa

Siapa

Seperti yang ditunjukkan oleh namanya, Jumaidil Awal adalah manusia yang berkarakter seperti es. Salah satu nama es dalam bahasa Arab adalah jamad; akar katanya sama dengan jumaid alias icicle yang gambarnya saya jadikan header blog ini.

Jumaidil Awal itu seperti es. Dingin. Keras. Padat. Pasif. Inert.

Jumaidil Awal adalah saya.

Di blog ini, saya akan merujuk diri saya sebagai “saya” atau “aku”. Penggunaan “aku” di sini lazim karena saya bukan orang Jakarta. Saya pernah melihat seorang teman sekolah saya yang sudah bertahun-tahun kuliah di Jakarta berkata di Facebook bahwa kalau ada cowok berbincang dengan cowok menggunakan “aku” dan “kamu”, artinya mereka itu homo. Saya bukan homo. Kalau suatu saat nanti saya merujuk diri sendiri sebagai “aku” itu karena saya tidak ingin terlalu formal, tapi di saat yang sama saya juga tidak biasa menggunakan “gue”. Di kota domisili saya ini, di Samarinda, kata ganti orang pertama tunggal informal yang lebih lazim adalah “aku”.

Jadi, siapakah karakter titular sekaligus pengelola blog ini? Jawabannya adalah Jumaidil Awal yang karakternya seperti icicle. Mengerti? Alhamdulillah.

Apa

Lalu, apa yang saya bahas di blog ini? Jawabannya juga “icicle”, maksudnya Islam, chemistry, Internet, computer, life, and education.

Islam, karena saya adalah seorang muslim. Saya pernah jadi muslim dalam keadaan bujang. Sekarang saya adalah muslim yang telah beristri dan punya satu anak. Saya pernah jadi muslim awam. Saya bahkan pernah jadi muslim yang “membangkang”. Sekarang saya adalah muslim yang setidaknya memahami bahwa inti agamanya adalah tauhid. Banyak hal yang akhirnya membuat saya memilih teguh dalam Islam dan saya ingin membaginya dengan dunia.

Chemistry atau kimia, karena latar belakang pendidikan saya adalah kimia. Dua tokoh muslim yang saya kagumi juga ahli bidang kimia, yaitu Jabir bin Hayyan dan Imam Samudera. Saya suka kimia karena ia adalah ilmu yang eksotis, misterius, kompleks, dan sangat mirip dengan cinta. Itulah kenapa nuansa harmonis (dan kadang agak intim) antara dua insan juga dikenal sebagai chemistry.

Internet, karena Internet punya kontribusi besar dalam perjalanan hidup saya. Internet telah membantu saya menghemat anggaran belanja textbook Kimia karena lewat Internet saya bisa mendownload (hampir) segala jenis buku yang saya inginkan. Internet telah mengajarkan saya tentang arti bertanggung jawab atas kemajuan pribadi dan orang-orang sekitar. Mengapa? Sebab, dengan bertebarannya segala macam informasi di Internet, mulai kajian tafsir sampai pornografi anak, Internet menyadarkan saya bahwa tindakan saya sekecil apapun, misal: mengeklik sebuah link website, akan membentuk diri saya sekarang dan nanti. Satu klik saja bisa membawa perubahan besar pada cara berpikir dan pengalaman bawah sadar kita. Karena itulah di akhirat nanti Allah akan menuntut pertanggungjawaban atas segala tindakan kita, seremeh apapun itu.

Computer atau komputer, karena inilah gerbang utama saya menuju Internet. Tidak seperti kebanyakan manusia abad informasi yang mungkin menguasai komputer dulu baru kemudian Internet, saya bisa dibilang menguasai Internet dulu baru kemudian komputer. Selama kurang lebih 5 tahun sejak saya pertama kali mendapat laptop dari ayah saya, saya terus mengeksplorasi kemampuan dan keterbatasan laptop saya. Banyak hal tentang komputer yang telah saya pelajari dan–insyaAllah–kuasai dengan hanya berbekal semangat belajar otodidak.

Life atau kehidupan, karena kehidupan terlalu luas, terlalu kaya, dan terlalu indah untuk dibiarkan luput dari blog ini.

Education atau pendidikan, karena salah satu masalah terbesar yang dihadapi negeri ini adalah pendidikan. Saya berharap semoga tulisan-tulisan saya yang terkait solusi pendidikan di blog ini bisa bermanfaat baik bagi diri saya sendiri maupun orang-orang di sekitar saya.

Mengapa

Blog ini adalah perwujudan keinginan saya untuk berbagi kepada dunia, meninggalkan sebercak jejak di dahsyatnya bentangan semesta.

Saya bukan orang sempurna. Saya bukan orang baik dan benar 100%. Tapi jika sempurna serta 100% baik dan benar adalah kriteria kepantasan berbagi, maka hanya nabi dan rasullah yang layak berbagi.

Saya pernah mendengar sebuah perkataan dari Zig Ziglar, “You will get all you want in life if you help enough other people get what they want.” Saya belum bisa membantu siapapun secara signifikan dengan kelebihan harta benda saya karena memang belum ada kelebihan yang signifikan dari sisi ini. Namun, insya Allah saya masih bisa membantu orang lain meraih impiannya dengan informasi yang akan saya bagikan di blog ke depannya. Insya Allah.

Karena keinginan berbagi dan harapan besar bahwa Tuhan akan menolong saya meraih segenap impian saya inilah akhirnya blog ini lahir. Semoga Allah meridhai upaya saya. Semoga Allah berkenan menolong saya mewujudkan segenap impian saya. Bismillahirrahmanirrahim.

Iklan

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: