Bagaimana Cara Mengisi Formulir Aplikasi Beasiswa MEXT Teacher Training dalam Bahasa Jepang Meskipun Anda Tidak Bisa Berbahasa Jepang

MEXT Teacher Training 2017: The Hard Way #002

Persaingan meraih beasiswa umumnya sangatlah ketat. Kita tidak tahu seberapa tinggi kualitas para pelamar lainnya. Kita tidak punya pilihan selain menjadi yang terbaik semampunya.

Perihal “menjadi yang terbaik” ini sering kali menuntut kita untuk mengerahkan usaha ekstra yang melampaui kapasitas kita yang sesungguhnya saat mengajukan aplikasi beasiswa. Sebagai contoh, bila kita tidak lancar berbahasa Inggris, maka demi beasiswa sering kali kita “terpaksa” kursus untuk mengasah keterampilan tersebut. Demikian pula halnya dengan bahasa Jepang.

Alhamdulillah, hari ini kita hidup di zaman teknologi tinggi di mana kecerdasan alat bantu sering kali melampaui kecerdasan penggunanya. Hehehe. Kali ini saya mencoba berbagi tentang pengalaman saya menggunakan Google Translate untuk “menaklukkan” kekurangan saya dalam hal bahasa Jepang sehingga akhirnya bisa benar-benar lolos seleksi beasiswa MEXT Teacher Training dan mengikuti kuliah “singkat” di Jepang selama 1,5 tahun.

Baik, kita mulai…

Awalnya, saya mengisi formulir aplikasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Namun, di tengah jalan, saya melihat rekomendasi berikut di salah satu poin isian formulir tersebut:

相当の日本語能力を有する者は、日本語により記入すること。
/soutou no nihongo nouryoku o yuusurusha wa, nihongo ni yori kinyuu suru koto./

Kata formulirnya, ini berarti “If possible, write in Japanese”. Saya yang waktu itu bisa dibilang tidak bisa bahasa Jepang sama sekali, langsung berpikir bagaimana caranya mengisi formulir ini dalam bahasa Jepang. Padahal, kalau dicermati tulisan Jepangnya, kalimat ini sebenarnya ditujukan bagi mereka yang memang bisa bahasa Jepang. Maksud tulisan di atas sesungguhnya tidak sesederhana “If possible, write in Japanese”.

Tapi, yah, begitulah the power of ignorance. Mereka yang tidak banyak tahu biasanya juga tidak dapat berpikir panjang. Langsung terjun saja. Saya pun begitu.

Setelah berpikir beberapa lama, akhirnya saya punya ide untuk memanfaatkan Google Translate demi mengisi seluruh formulir aplikasi beasiswa MEXT Teacher Training dalam bahasa Jepang. Caranya adalah dengan menerjemahkan kalimat bahasa Inggris yang saya susun ke dalam bahasa Jepang lalu di-proofread dengan menerjemahkannya kembali ke dalam bahasa Inggris.

Ada beberapa pertimbangan mengapa saya memilih cara ini. Pertama, bahasa Inggris adalah satu-satunya bahasa asing yang saya kuasai. Kedua, kualitas terjemahan Inggris-Jepang pasti jauh lebih baik daripada terjemahan Indonesia-Jepang. Ketiga, kualitas terjemahan Jepang-Inggris pastilah juga setara dengan kualitas terjemahan Inggris-Jepang. Berdasarkan tiga poin pertimbangan ini, muncullah action plan di atas.

Berikut contoh kasusnya. Taruhlah saya ingin menulis kalimat ini dalam bahasa Jepang di research plan saya:

Saya berencana melakukan penelitian tentang transmutasi homunculus dan rekayasa genetika chimera.

Maka, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menuliskannya di Google Translate dalam bahasa Inggris, kurang lebih sebagai berikut:

I’m planning to conduct a research on both homuncular transmutation and chimerical genetic engineering.

Menurut Google Translate, artinya dalam bahasa Jepang adalah:

私はホモ型の核変勘とキメラ遺伝子高額の両方について研究を行うつもりです。/watashi wa homogata no kakuhenkan to kimera idenshi kougaku no ryouhou ni tsuite kenkyuu wo okonau tsumori desu/

Kemudian, langkah kedua adalah proofreading. Caranya cukup dengan menekan tombol “swap languages“:

maka terjemahan kita pun langsung bertukar posisi.

Setelah mencermati dua kalimat di atas, dapat disimpulkan bahwa yang perlu diubah hanya kata ホモ型 menjadi ホムンクルス. Sebab, yang saya maksud adalah transmutasi homunculus alias manusia jadi-jadian, bukan transmutasi homotypic.

Ini adalah contoh paling sederhana. Dalam banyak kasus, saya sering kali harus memperbaiki kesalahan tata bahasa yang terungkap setelah tahap proofreading. Dalam kasus sedemikian, hal terbaik yang dapat saya lakukan adalah belajar sedikit tata bahasa Jepang lewat sumber yang melimpah di Internet. Google is truly our friend.

Semoga bermanfaat.

N.B.: Topik berikutnya insya Allah tentang bagaimana mengoptimalkan 6 bulan pertama, yaitu masa belajar bahasa Jepang (bagi yang bukan guru bahasa Jepang tentunya), sebagai teacher trainee di Jepang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: