Beasiswa Jepang: Sebuah Penantian #004

Senin, 20 Februari 2017

Tepat dua pekan lalu, aku mengikuti ujian tulis beasiswa teacher training Monbukagakusho (MEXT) di Makassar. Yang diujikan kala itu hanya dua mata ujian, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Dalam ruangan ujian saat itu, total ada 15 orang peserta. Ada yang dari Soppeng, Gorontalo, dan bahkan Balikpapan, seperti aku.

Yah, sebenarnya aku sendiri juga tidak benar-benar dari Balikpapan. Aku orang Samarinda. Pesawatnya saja yang terbang dari Balikpapan. Selain aku, ada dua orang lagi yang dari Balikpapan. Namun, setelah berkenalan, baru aku tahu bahwa ternyata mereka adalah orang asli Makassar. Kebetulan saja merantau kerja di Balikpapan.

Selama di Makassar tempo hari, aku menginap di rumah salah satu sepupuku untuk menghemat biaya. Ya, semua pengeluaranku selama memperjuangkan beasiswa ini sejak seleksi berkas hingga insya Allah dipastikan berangkat ke Jepang nanti harus kutanggung sendiri. Tidak ada bantuan dari pihak manapun, bahkan dari sekolah tempatku mengajar sekalipun. Selain itu, absen beberapa hari untuk urusan tes tempo hari, wawancara nanti (sekiranya lulus), dan juga pengurusan visa (sekiranya dipastikan berangkat) di kemudian hari pun pasti akan berdampak pada dipotongnya sebagian gajiku. Maklum lah. Namanya juga karyawan swasta.

Meski demikian, Tuhanku Mahakaya. Ada Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang kepadaNya kita meminta. Selain itu, pengorbanan adalah keniscayaan bagi sebuah keberhasilan, apapun endeavor kita (maaf, saya susah mencari padanan Indonesianya). Yang namanya keberhasilan, mustahil bisa terwujud tanpa tumpukan pengorbanan. Jangankan uang, waktu, dan tenaga, perasaan pun telah siap kukorbankan demi mewujudkan takdirku kali ini.

Terlepas dari kuatnya tekadku, penantian tetaplah penantian. Perih dan tidak nyaman. Sudah dua pekan penuh aku harap-harap cemas menunggu. Bagaimana tidak? Yang dapat kujawab hanya soal-soal Bahasa Inggrisnya. Bahasa Jepangnya? Jelas nol besar. Sementara di antara peserta lainnya yang sama-sama ujian dengaku saat itu, ada yang berasal dari sekolah dengan reputasi nasional. Aku? Hahahaha…

Selama dua pekan penuh menunggu, tak terhitung sudah berapa kali aku mengunjungi dan me-refresh laman informasi beasiswa MEXT teacher training di situs resmi Kedubes Jepang. Terdengar bodoh tapi begitulah faktanya. Menunggu kadang membuat kewarasanmu berkurang.

Ditambah lagi, info di laman tersebut menyatakan bahwa hasilnya akan di-posting hari ini setelah jam makan siang. Ini sudah jam berapa? Mana ada orang makan siang jam 8 malam.

Selasa, 21 Februari 2017

Aku terbangun. Butuh waktu bagiku untuk menyadari bahwa hari telah berganti. Ternyata, selain membuat kewarasanmu berkurang, menunggu juga sangat melelahkan. Setelah menyelesaikan berbagai kewajiban setelah bangun tidur, akupun teringat untuk mengecek kembali laman yang menjadi tujuan browsing favoritku selama dua pekan terakhir ini.

ALHAMDULILLAH! Halaman pengumumannya sudah muncul! Dan di antara nomor-nomor ujian yang dinyatakan lulus ujian tulis, ADA NOMOR UJIANKU di sana!!

AKU LULUS!!

U08! Satu-satunya peserta ujian tulis di Makassar tempo hari yang lolos ke tahap wawancara! Allahu akbar… Terbayar sudah penantianku kali ini dengan begitu indahnya. Akupun harus kembali mempersiapkan diri menuju penantian berikutnya.

___________________

NB: Saya berharap cerita kali ini dapat membangun optimisme pembaca sekalian bahwa untuk meraih beasiswa Jepang, kita tidak harus mahir berbahasa Jepang terlebih dahulu. Modal bahasa Inggris pun insya Allah cukup memadai karena skor yang diambil sebagai pertimbangan pihak Kedutaan dalam meloloskan calon kandidat adalah skor tertinggi antara Bahasa Inggris atau Bahasa Jepang. Setidaknya demikianlah yang berlaku dalam seleksi beasiswa teacher training MEXT 2017 yang saya ikuti tempo hari. Semoga harapan saya ini tersampaikan ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: