Beasiswa Jepang: Sebuah Penantian #003

Jum’at, 3 Maret 2017

Menjelang pukul 11 siang

Hari ini adalah salah satu hari penentuan bagi kami para peserta seleksi wawancara beasiswa MEXT TT 2017. Senin lalu kami telah menyelesaikan wawancara tersebut di Kedutaan Besar Jepang. Menurut informasi yang tertera di lembar informasi yang kami terima sebelum pulang dari wawancara, pengumuman hasilnya akan disampaikan via email setelah jam makan siang.

Sekitar 13:00, dua jam setelah jam makan siangku

Aku tidak begitu paham jam berapa orang Jakarta biasanya makan siang. Yang pasti aku sudah menghabiskan makan siangku sekitar jam 11 tadi. Karena saking cemasnya mungkin.

Setelah makan siang, aku bersiap menuju masjid untuk shalat Jum’at. Dalam hati aku terus berharap lulus seleksi wawancara meskipun aku tahu bahwa seorang muslim tidak sepatutnya “mendikte” Allah dalam doanya.

“Minta saja agar Allah berikan yang terbaik, apapun itu,” begitu kata teman-temanku di pengajian dulu. Ya, aku tahu. Hanya saja… Jauh sebelum menjadi muslim, aku sudah menjadi manusia. Sampai sekarang. Dan mengharapkan sesuatu yang menurutnya baik adalah tabiat manusia.

Dalam hati, sepanjang perjalanan menuju masjid hingga selesai shalat Jum’at dan kembali lagi ke sekolah, aku terus meminta kepada Allah agar aku lulus seleksi wawancara. Kalaupun itu bukan hal yang baik untuk alam semesta, Allah pasti tak akan mewujudkannya. Sesederhana itu. Dalam pandanganku.

Aku mengecek grup WhatsApp teman-teman peserta seleksi. Ternyata bukan hanya aku yang cemas. Belum ada satupun dari kami yang menerima pengumuman. Sepertinya memang harus menunggu hingga sore atau bahkan malam hari.

Sekitar 17:30 waktu Samarinda

Notifikasi ponselku berbunyi sahut-menyahut.

“Ah, sepertinya sudah masuk,” pikirku. Akupun mengecek kembali ponselku dan, benar saja, kawan-kawan seperjuanganku sedang berbagi kabar masuknya pengumuman dari staf Kedutaan ke email mereka masing-masing.

Mereka semua tampak antusias dan bahagia karena ternyata…

KAMI SEMUA LULUS!!

Dapatkah kalian membayangkan bagaimana bahagianya?!

Kawan-kawan baru ini, saudara-saudari baru ini, semuanya adalah calon kandidat penerima beasiswa yang sama-sama kami impikan!

Namun, babak berikutnya dari perjuangan panjang ini baru saja dimulai. Ternyata, wawancara di Kedutaan bukanlah tahap akhir. Masih ada tahap seleksi di Monbukagakusho yang harus kami lewati.

Sebuah tahapan yang hasilnya sangat mungkin tidak akan seindah ini.

Ah, bahkan sebelum bisa masuk ke tahap itu pun masih banyak lagi berkas yang harus kami lengkapi untuk diajukan ke Monbukagakusho.

Di bagian bawah lembar informasi ini tertera:

“Berkas paling lambat diterima sampai Jum’at, 10 Maret 2017.”

Apa?? Hanya ada waktu 7 hari?!

つづく

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: