Beasiswa Jepang: Sebuah Penantian #002

Rabu, 14 Juni 2017
10:00 Waktu Indonesia Tengah

Aku sedang mengajar di kelas ketika tiba-tiba kudengar bunyi nada notifikasi dari ponselku.

Ini jelas bukan pertama kalinya ponselku membunyikan nada notifikasi. Selain itu, telah lebih dari tiga bulan berlalu sejak pengumuman terakhir dari Kedubes Jepang tentang diterimanya 19 orang calon kandidat penerima beasiswa pelatihan guru dari Monbukagakusho (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).

Ya, calon kandidat. Sebanyak 19 orang yang lolos tes wawancara ini baru bisa disebut calon kandidat; belum sepenuhnya kandidat. Nama-nama kami masih harus diajukan lagi ke Monbukagakusho untuk kemudian diseleksi lebih lanjut. Pihak Kedubes pun tidak dapat memastikan berapa orang dari 19 ini yang akan diloloskan oleh Monbukagakusho. Kedubes telah menunaikan tugasnya untuk melakukan seleksi nasional. Selebihnya adalah hak prerogatif Monbukagakusho.

Sejam kemudian, ponselku kembali membunyikan nada notifikasi. Penasaran, akupun mengeceknya. Ada beberapa aplikasi yang melontarkan pemberitahuan di sana: grup WhatsApp para calon kandidat MEXT (anglisisasi Monbukagakusho) TT (teacher training: pelatihan guru) 2017 dan akun Gmail pribadiku yang kugunakan untuk urusan beasiswa MEXT TT.

Grup WhatsApp adalah yang pertama kali kubuka. Pengumuman final kandidat penerima beasiswa MEXT TT untuk tahun 2017 telah terbit. What a relief! Namun, ada kabar kurang membahagiakan setelahnya: hanya 6 orang yang lolos seleksi Monbukagakusho. Ya, beasiswa MEXT memang seselektif ini.

Sedih? Jelas. Kami ber-19 sudah seperti saudara lama yang baru bertemu setelah belasan tahun. Semua orang di sini sangat suportif dan saling menguatkan satu sama lain. Latar belakang geografis dan demografis melebur dalam satu cita-cita yang sama: belajar di Negeri Sakura. Hampir menetes air mataku, tidak percaya akan apa yang barusan kubaca, saat melihat kabar bahwa hanya 6 orang dari kami yang lolos seleksi final.

Ucapan selamat, “belasungkawa”, dan doa silih berbalas di grup WhatsApp itu sementara hatiku sendiri masih bergelayut di antara rasa sedih dan penasaran. Hingga kemudian terbaca olehku sebuah pesan yang berisi nama-nama keenam orang itu dari seorang teman di sana.

Ternyata namaku adalah salah satunya!

Allahu akbar… Alhamdulillah…

Kubaca kembali percakapan di grup itu baik-baik. Ternyata pengumumannya dikirimkan ke seluruh calon kandidat via email. Akupun segera mengecek Gmail-ku.

Benar saja. Telah kuterima pengumuman resminya di sana. Segera kubuka dokumen tersebut. Alhamdulillah. Benar ada nomor pesertaku di sana: U08. Kucermati kembali setiap poin pengumumannya. Terdapat beberapa instruksi dan informasi di sana. Ada satu yang membuatku cukup tersentak: pengumuman penempatan universitas masih menyusul sekitar satu setengah bulan lagi.

Akupun kembali menanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: