Mengenal Fitnah Dajjal Lewat Al-Kahfi Ayat 1 – 10

Dalam tulisan saya sebelumnya (hampir 3 tahun yang lalu), pernah saya singgung sekilas tentang hubungan antara 10 ayat pertama QS Al-Kahfi dan fitnah Dajjal.

Setelah merenungi kesepuluh ayat ini lebih jauh dan mengamati perkembangan dunia kita hari ini, kali ini saya akan coba membahas pintu-pintu masuknya fitnah Dajjal ke kehidupan kita yang ternyata telah disinggung juga dalam 10 ayat tersebut. Sedihnya, pintu-pintu ini memang benar-benar telah dimasuki oleh fitnah Dajjal institusional yang bertujuan menyiapkan jalan bagi datangnya fitnah Dajjal personal. Meskipun agak terlambat, saya rasa tidak ada salahnya jika kita mulai mengenali fitnah-fitnah ini dari sekarang daripada tidak sama sekali.

Faith

Pintu fitnah Dajjal yang pertama adalah aspek keyakinan (Faith). Indikasi masuknya fitnah Dajjal lewat aspek ini dirinci dalam 3 ayat pertama QS Al-Kahfi.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُ عِوَجًا ۜ

قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا

مَّاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; [18:1] sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik, [18:2] mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. [18:3]

Celah utama masuknya fitnah Dajjal dalam hal keimanan adalah keraguan bahwa Al-Quran itu mustahil salah. Sedikit saja kita ragu akan hal ini, maka fitnah Dajjal akan menggerogoti atau  menyesatkan keimanan kita.

Perhatikanlah umat Islam hari ini. Berapa banyak di antara mereka yang sudah tak lagi yakin bahwa Al-Quran adalah kitab yang sempurna dan tak ada kekeliruan sedikit pun di dalamnya? Hari ini kita lihat para mahasiswa “universitas Islam” justru beramai-ramai memperlakukan ayat-ayat Al-Quran sebagai objek penelitian sejarah yang sama kedudukannya dengan naskah-naskah suci buatan manusia. Di antara mereka ada yang mengkaji otentisitas ayat Al-Quran dengan metode-metode Barat yang akhirnya justru melemahkan keimanan mereka akan Al-Quran. Na’udzu billahi min dzalik.

Lantas, bagaimana cara kita membentengi diri dari fitnah keimanan ini? Ayat-ayat di atas telah memaparkan solusinya kepada kita, yaitu:

  1. Banyak mengingat pedihnya siksa Allah.
  2. Senantiasa beramal shalih sebagai penguat keimanan kepada Allah.

Sifat dakwah di Akhir Zaman memang berbeda dari sifat dakwah di zaman Rasulullah. Dakwah di zaman Rasulullah menganut prinsip basyiiran wa nadziiran: para da’i hendaknya memberi kabar gembira terlebih dahulu baru kemudian peringatan. Akan tetapi, di akhir zaman, rekomendasi ini tidak berlaku. Ayat kedua dan ketiga dari QS Al-Kahfi justru mengarahkan para da’i agar mendakwahi dirinya sendiri dan orang lain dengan prinsip nadziiran wa basyiiran. Beri peringatan terlebih dahulu, baru kemudian kabar gembira, baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

Celah fitnah terbesar berikutnya dalam hal keimanan dirinci dalam ayat ke-4 dan ke-5.

وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا

مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا

Selain keraguan akan kebenaran mutlak Al-Quran, fitnah iman juga sangat kencang menerpa umat manusia lewat keyakinan bahwa Allah mengambil anak, baik secara literal (harfiah) maupun figuratif (kiasan). Dan keyakinan semacam ini jangan dikira hanya menimpa mereka di luar Islam. Umat Islam sendiri tidak sepenuhnya selamat dari fitnah ini.

Salah satu bentuk “keyakinan bahwa Allah mengambil anak” adalah adanya kepercayaan bahwa “agama Islam hanya sah bila ditafsirkan oleh satu jalur keturunan khusus” yang berakar dari pengkultusan garis keturunan manusia tertentu di atas manusia lainnya. Hal ini tentu saja menyalahi sifat risalah Islam yang global dan inklusif, menyalahi wasiat Rasulullah bahwa tidak ada keistimewaan pada bangsa Arab di atas non-Arab dan begitu pun sebaliknya, serta menyalahi ayat berikut:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.[33:40]

Ingat, kata aba/abu dalam Al-Quran tidak hanya merujuk kepada ayah biologis seseorang, namun juga merujuk kepada kakeknya, ayah dari kakeknya, kakek dari kakeknya, dan seterusnya ke atas. Pengkultusan keturunan Nabi Muhammad melebihi manusia pada umumnya jelas merupakan pelanggaran terhadap ayat ini. Pengkultusan semacam ini pun tidak luput dari perhatian Iblis yang kini menjadikannya jalan tol untuk menyesatkan umat Islam dari ajaran Islam yang lurus, yang tidak pernah membeda-bedakan manusia semata-mata berdasarkan garis keturunan mereka.

Coba perhatikan apa yang terjadi pada mereka yang berlebihan mengkultuskan keturunan Rasulullah Muhammad صلى الله عليه و سلم? Beberapa di antara mereka menjadi Ghulat Syi’ah. Beberapa yang lain malah mendirikan agama sendiri, yaitu Baha’i. Na’udzu billahi min dzalik.

Fun

Empat pintu fitnah Dajjal berikutnya terangkum dalam ayat 6 hingga 8 dari QS Al-Kahfi.

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا

Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran). [18:6] Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. [18:7] Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus. [18:8]

Ayat keenam sesungguhnya sedang memperingatkan para da’i bahwa beratnya fitnah di Akhir Zaman akan membuat begitu banyak orang, termasuk keluarga dekat kita, dengan mudah menolak Islam. Begitu dekatnya para penolak Islam ini dengan kita sampai-sampai penolakan mereka akan membuat kita begitu sedih, marah, kecewa, dan khawatir hingga kita pun akan berpikir untuk bunuh diri saja.

Perlu kesedihan, kemarahan, kekecewaan, dan kekhawatiran yang begitu mendalam untuk membuat seseorang berpikir ingin bunuh diri. Dan ayat di atas mengabarkan bahwa kesedihan, kemarahan, kekecewaan, serta kekhawatiran sedalam itulah yang akan kita hadapi ketika kita memutuskan untuk ber-Islam secara sungguh-sungguh, apalagi berdakwah menyeru keluarga kita dan orang-orang dekat kita kepada Islam. Mengapa dakwah kepada diri sendiri, lebih-lebih kepada orang lain, di Akhir Zaman ini begitu berat? Sebab, ada empat lini kehidupan yang sudah sedemikian parah dirasuki oleh fitnah Dajjal. Lini yang pertama adalah Fun (Kesenangan).

Hari ini, jenis kesenangan apa yang tidak disentuh oleh fitnah Dajjal institusional? Food, fashion, festivity, fitness, dan fandom, semuanya telah dirasuki oleh agen-agen Dajjal, baik dengan maupun tanpa mereka sadari. Bahkan saya yang sedang menulis artikel ini pun bisa jadi telah menjadi agen Dajjal di beberapa kesempatan yang saya lalui dalam kehidupan saya. Na’udzu billahi tsumma na’udzu billah.

Makanan-makanan kita hari ini, cara berpakaian kita hari ini, perayaan-perayaan kita hari ini, definisi kebugaran kita hari ini, dan idola-idola kita hari ini, mayoritasnya adalah hasil indoktrinasi “Dajjal” melalui corong-corong media dan korporasinya. Jika ingin didaftar satu per satu, tentu tidak akan cukup satu postingan ini mendata semuanya. Demikianlah gambaran betapa luasnya pengaruh Dajjal di sektor kesenangan umat manusia hari ini.

Freedom

Kebebasan mungkin merupakan salah satu kata berkonotasi positif yang paling banyak disalahgunakan hari ini. Atas nama kebebasan, pelacur dibayar bak profesional bermartabat. Atas nama kebebasan, maling pun diusung menjadi pemimpin masyarakat. Atas nama kebebasan, gadis-gadis jelita diperdagangkan di layar kaca dalam kemasan sarat syahwat. Atas nama kebebasan, para orang tua banyak dihin oleh anak-anak mereka sendiri yang sedari kecil mereka jaga dan rawat. Dan yang paling parah, atas nama kebebasan, umat manusia meninggalkan Tuhan layaknya kupon yang masa berlakunya telah lewat.

Arus ateisme dan homoseksualisme menerpa segenap umat manusia dengan kecepatan yang tak pernah disaksikan oleh peradaban-peradaban sebelum kita. Lesbian dan gay kini bukan lagi monopoli mereka yang doyan clubbing saja, namun juga sudah merangsek ke kalangan aktivis masjid. Na’udzu billah. Na’udzu billah. Tsumma na’udzu billah.

Female

Wanita hari ini merupakan salah satu komoditas fitnah paling laris sehingga perlu disebutkan secara khusus. Fitnah wanita hari ini merupakan fitnah multidimensional sehingga tidak bisa dianggap sebagai fitnah dari segi kesenangan semata.

Dari arah pemikiran, para wanita telah dilanda fitnah feminisme (feminism). Dari arah pencitraan, para wanita telah dilanda fitnah standar kecantikan yang hanya mendewakan penampilan fisik (face and figure). Dari arah pergaulan, banyak wanita secara aktif terlibat dalam praktik seks bebas (free sex), baik sebagai subjek maupun objek.

Tidak heran bila Allah memberi ganjaran luar biasa bagi para orang tua yang mampu membesarkan anak perempuan menjadi wanita shalihah yang bertakwa kepada Allah hingga akhir hayatnya.

Finance

Pintu fitnah terakhir yang terangkum dalam ayat 6-8 dari QS Al-Kahfi di atas adalah Keuangan. Mayoritas fitnah keuangan ini mengorbit satu dosa besar yang sama yang sejak 14 abad yang lalu telah Allah perintahkan kepada kita untuk menjauhinya, yaitu dosa riba.

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. [2:275]

Derajat keharaman riba tidak lebih rendah dari derajat keharaman babi. Akan tetapi, hari ini, bukannya menjauhi riba layaknya kita menjauhi babi, kita justru mengkonsumsi riba layaknya kita mengkonsumsi nasi. Sudah jadi kebutuhan pokok. Na’udzu billahi min dzalik.

Dan praktis tak ada satu manusia pun yang bisa lari dari hal ini. Mengapa? Karena uang yang kita pakai pun pada dasarnya memanfaatkan prinsip riba. Dikuasai Rothschild ataupun tidak, bank-bank sentral kita hari ini adalah iblis yang telah menjerumuskan segenap umat manusia ke dalam riba massal.

Kesenangan, kebebasan, wanita, dan keuangan, semuanya adalah sektor-sektor perhiasan dunia yang telah dikuasai oleh agen-agen Dajjal institusional dalam rangka mempersiapkan umat manusia untuk menerima Dajjal personal sebagai tuhan baru mereka.

Force

Pintu fitnah terakhir yang diindikasikan oleh QS Al-Kahfi ayat 9 dan 10 adalah pemaksaan dengan kekerasan oleh pemerintah yang zhalim.

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan? [18:9] (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. [18:10]

Sebagaimana tercatat dalam sejarah, para penghuni gua dari Efesus memulai pelarian mereka akibat tekanan dari penguasa zhalim yang memimpin Kekaisaran Romawi Kuno kala itu. Umat manusia hari ini pun sebenarnya sedang ditindas oleh “Kaisar” yang tak kalah zhalimnya. “Kaisar” kita hari ini dikenal sebagai Sovereign State (Negara Berdaulat).

Islam adalah agama bagi seluruh umat manusia. Sejak awal, Islam selalu mengajarkan bahwa kedaulatan (sovereignty) hanyalah milik Allah. Akan tetapi, hari ini kita menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri bahwa Tuhan bukanlah lagi penguasa (sovereign) di muka bumi ini. Penguasa dunia hari ini adalah negara-negara berdaulat (sovereign states) yang bersatu di bawah payung Persatuan Bangsa-Bangsa (United Nations or rather The United States of the World).

Negara berdaulat adalah salah satu fitnah terbesar hari ini yang sering kali luput dari perhatian kita. Anda boleh tidak percaya dengan apa yang saya tuliskan. Amat wajar bila Anda tidak percaya dengan apa yang saya tuliskan. Dari situ, saya berharap bahwa Anda akan mencari tahu sendiri tentang hal ini dan menemukan sendiri bukti-bukti nyata bahwa negara berdaulat sesungguhnya adalah salah satu fitnah terbesar sekaligus dosa terbesar yang pernah dikerjakan oleh umat manusia.

و الله اعلم بالصواب.

Iklan

One thought on “Mengenal Fitnah Dajjal Lewat Al-Kahfi Ayat 1 – 10

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: