Bedah Manjaro Linux: Instalasi Net Edition 0.8.5

WARNING!! Jika koneksi INTERNET Anda LEMOT, silakan HENTIKAN PROSES LOADING halaman ini SEGERA SETELAH SEMUA TEKSNYA TERLIHAT!

Gambar-gambar yang ada di sini saya cantumkan supaya lebih jelas saja. Tanpa gambar pun insyaAllah instruksi dalam teksnya sudah lengkap dan urut. Kalau ada yang kurang, silakan koreksi di form komentar.

############################################

Pertama-tama, saya mohon maaf kalau gambar-gambar yang saya masukkan di sini terlalu banyak. Bedah Manjaro Linux kali ini memang sengaja saya buat detil supaya orang-orang yang baru kenal Linux tapi pengen belajar lebih dan lebih lagi–kayak saya–bisa dapat gambaran yang utuh tentang bagaimana sebenarnya proses instalasi tanpa GUI yang canggih itu. Apakah semengerikan yang dibayangkan selama ini? Silakan nilai sendiri setelah membaca tutorial ini. Oke, langsung saja…

Instalasi Manjaro Linux Net Edition

Layar Selamat Datang Manjaro Install Media
Layar Selamat Datang Manjaro Install Media

Gambar di atas adalah screenshot dari welcome screen di semua media instalasi Manjaro, baik untuk Net Edition maupun Xfce Edition. Segera setelah tampilan di atas, kita akan langsung disuguhi pilihan booting. Pilih yang “non-free” untuk memastikan bahwa Manjaro meng-instal driver yang paling cocok untuk hardware Anda, khususnya hardware grafis.

Pilihan mode booting Manjaro Linux Net Edition
Pilihan mode booting Manjaro Linux Net Edition

Setelah tekan ENTER, Manjaro Net Edition akan mulai booting…

Proses booting Manjaro Linux Net Edition yang berlangsung kurang lebih 5 detik
Proses booting Manjaro Linux Net Edition yang berlangsung kurang lebih 5 detik

Setelah selesai booting, yang pertama kali harus kita lakukan adalah login. Caranya gampang sekali. Langsung saja masuk dengan username manjaro dan password manjaro.

Layar virtual terminal untuk login ke Manjaro Linux Net Edition
Layar virtual terminal untuk login ke Manjaro Linux Net Edition

Versi Net Edition yang saya gunakan di sini adalah 0.8.5 yang baru-baru ini diketahui rusak. Kerusakan media instalasi ini menyebabkan X window system tidak terinstal dengan sempurna. Nah, untungnya para developer Manjaro Linux sangat aktif dan tanggap terhadap kebutuhan user dan perkembangan distro mereka. Kerusakan ini dapat diatasi dengan hanya menjalankan perintah ini sebelum instalasi: sudo update-setup. Net Edition akan meng-update dirinya sendiri secara otomatis seperti gambar di bawah ini:

sudo update-setup
sudo update-setup

Setelah selesai update, Net Edition akan langsung meminta Anda menjalankan perintah sudo setup seperti di bawah ini.

sudo setup
sudo setup

Setelah menjalankan perintah di atas, Anda akan disambut dengan layar selamat datang Manjaro Linux Installation Framework seperti di bawah ini.

Welcome to the Manjaro Linux Installation Framework
Welcome to the Manjaro Linux Installation Framework

Seperti biasa, tekan ENTER (karena mouse belum bisa dipake di sini).

Pilih nomor 1 "Use stable installer"
Pilih nomor 1 “Use stable installer”

Setelah itu, kita akan dihadapkan pada tiga pilihan. Most of the time, pilihan terbaik adalah nomor 1 Use stable installer. Akan tetapi, kalau hardware Anda memiliki EFI support yang saya sendiri nggak ngerti apa maksudnya, mungkin nggak ada salahnya Anda pilih nomor 2. Kalau saya sih pilih yang pasti aman saja, nomor 1. Tekan ENTER.

Another welcome screen
Another welcome screen

Langsung ENTER aja lagi.

Daftar tahapan instalasi Manjaro Linux Net Edition
Daftar tahapan instalasi Manjaro Linux Net Edition

Nah, sampai sini kita baca dulu apa yang disuguhkan. Gambar di atas menunjukkan layar menu utama dari MLIF stable installer. Ada 6 tahapan yang akan kita bahas pelan-pelan satu demi satu. Seperti biasa, untuk menetapkan pilihan, cukup pilih pilihannya lalu tekan ENTER.

1 Set date and time

Pilih localtime
Pilih localtime

Walaupun rekomendasinya UTC, kita tetap pilih localtime untuk memastikan bahwa waktu sistem nanti sesuai dengan waktu setempat. Tekan ENTER.

Pilih benua tempat kita tinggal
Pilih benua tempat kita tinggal

Berikutnya kita akan diminta pilih benua/kawasan tempat tinggal. Berhubung saya orang Indonesia, saya pilih Asia. Tekan ENTER.

Pilih kota tempat kita tinggal
Pilih kota tempat kita tinggal

Selanjutnya, kita dihadapkan pada pilihan kota tempat tinggal. Tentu saja tidak semua kota terdata di sini. Kota tempat tinggal saya, misalnya. Saya tinggal di Samarinda. Namun, berhubung Samarinda tidak terdata di sini, saya pilih saja yang zona waktu dan zona geografisnya mendekati kota tempat tinggal saya. Saya pilih Makassar. Tekan ENTER.

Pilih tanggal
Pilih tanggal

Kemudian, kita diminta menentukan tanggal terkini. Biasanya di sini langsung OK saja. Tekan ENTER.

Tentukan waktu sekarang
Tentukan waktu sekarang

Terakhir, kita diminta mengatur waktu sistem sesuai dengan waktu sebenarnya di wilayah tempat kita tinggal. Untuk memindahkan kursor, gunakan tombol Tab atau Shift+Tab. Untuk mengubah angka, gunakan tombol panah. Kalau sudah selesai, tekan ENTER.

2 Disk(s) preparation

Tahap kedua instalasi Net Edition
Tahap kedua instalasi Net Edition

Di tahap ini, kita akan mempartisi hard disk untuk keperluan instalasi Manjaro Linux. Pastikan tahap nomor 2 yang terpilih. Tekan ENTER.

Pilih nomor 1 "Assisted preparation"
Pilih nomor 1 “Assisted preparation”

Kita akan dihadapkan pada tiga pilihan. Berhubung saya sedang melakukan instalasi di Virtualbox dengan virtual hard drive yang masih kosong, saya bisa dengan tenang memilih nomor 1 Assisted preparation (erases the whole disk).

Kalau Anda ingin menginstal Manjaro Linux sebagai satu-satunya OS di komputer Anda, sebagaimana pilihan saya saat ini, alternatif nomor 1 adalah pilihan yang juga tepat. Akan tetapi, jika Anda ingin dual-booting atau sekedar ingin melakukan partisi the hard way, silakan pilih nomor 2 Partition by hand. Pilihan nomor 2 ini agak advanced karena tidak ada wizard-nya. Semua dilakukan manual via terminal dengan fdisk atau gdisk (saya lupa yang mana tepatnya).

Kalau sudah memilih, seperti biasa, tekan ENTER.

Tentukan ukuran partisi /boot
Tentukan ukuran partisi /boot

Langkah pertama adalah menentukan ukuran partisi /boot. Partisi /boot adalah partisi yang pertama kali di-load oleh sistem pada saat booting. Di dalam partisi /boot ini nantinya akan terdapat file-file GRUB dan kernel. Oleh karena itu, ukurannya tidak perlu terlalu besar, minimal 150MB dan maksimal 500MB jika Anda memiliki space hard disk melimpah. Berhubung saya menginstal di Vbox, saya tetapkan 350MB saja. Tekan ENTER.

Tentukan ukuran partisi swap
Tentukan ukuran partisi swap

Selanjutnya, kita diminta menentukan ukuran partisi swap. Partisi swap adalah partisi cadangan untuk mem-backup RAM ketika sewaktu-waktu seluruh kapasitas RAM habis terpakai. Ukuran partisi swap yang direkomendasikan untuk RAM 1GB ke bawah adalah 2 kali lipat ukuran RAM. Kalau RAM-nya sudah mencapai 2GB atau lebih, partisi swap-nya cukup 2GB saja. Kalau RAM-nya sangat besar, katakanlah 8GB ke atas, partisi swap malah sudah tidak wajib lagi. Tapi, yahh lagi-lagi, semua kembali ke kebutuhan. Ini hanya panduan umum.

Berhubung saya menginstal di Vbox dan saya setting penggunaan RAM-nya hanya 784MB (RAM kompi saya cuma 2GB), maka saya pun tetapkan partisi swap saya sebesar 1600MB atau 1.6GB. Tekan ENTER.

Tentukan ukuran partisi /
Tentukan ukuran partisi /

Berikutnya, kita akan tentukan ukuran partisi / atau dikenal juga sebagai partisi “root”. Partisi root adalah partisi sistem tempat semua kelengkapan program dan aplikasi berada. Kalau di Windows, posisinya kurang lebih seperti partisi C:. Kalau saya biasanya menentukan ukuran partisi root ini sekitar 64GB karena meskipun file-file program di Linux biasanya sangat ringan, saya menggunakan komputer saya untuk keperluan riset kimia komputasi juga. Software untuk perhitungan kimia komputasi biasanya menggunakan folder /tmp yang ada di partisi root untuk menampung “kertas coretannya” dan ukuran kertas coretan ini bisa mencapai 15GB atau bahkan lebih.

Berhubung kali ini saya menginstal Manjaro Linux di Vbox dan space yang tersedia sangat minim, saya bagi dua saja sisa space-nya sama rata untuk partisi / (root) dan /home. Saya tetapkan ukuran partisi root sebesar 7200MB lalu tekan ENTER.

Sisa space HDD otomatis untuk partisi /home
Sisa space HDD otomatis untuk partisi /home

Terakhir, kita hanya perlu mengkonfirmasi bahwa sisa HDD akan dipakai untuk partisi /home. Tekan ENTER. MLIF akan mulai mempartisi hard disk kita.

Pilih ext4
Pilih ext4

Untuk filesystem partisi / dan /home, kita pilih ext4. Saya juga kurang begitu paham soal filesystem ini. Yang pasti, seingat saya ext4 ini filesystem native untuk Linux serta journaling dan backward compatibility-nya lebih bagus ketimbang ext3. Mboh, saya juga nggak paham maksudnya apa. Yang pasti kedengarannya baik. Mulai dari langkah ini, silakan tekan ENTER setiap kali ditanya sampai muncul menu utama tahapan instalasi.

Tekan ENTER
Tekan ENTER
Tekan ENTER
Tekan ENTER
Tunggu saja sampai selesai
Tunggu saja sampai selesai
Tekan ENTER
Tekan ENTER
Tekan ENTER
Tekan ENTER

3 Install system

Tahap ketiga instalasi Net Edition
Tahap ketiga instalasi Net Edition

Sekarang saatnya menginstal sistem kesayangan kita, Manjaro Linux. Tahap ketiga ini sangat straightforward. Kita hanya perlu sekali menekan ENTER dan semuanya sudah tertangani oleh MLIF.

Tunggu aja sampe selesai
Tunggu aja sampe selesai
Tunggu aja sampe selesai
Tunggu aja sampe selesai
Tunggu aja sampe selesai
Tunggu aja sampe selesai
Tunggu aja sampe selesai
Tunggu aja sampe selesai
Tunggu aja sampe selesai
Tunggu aja sampe selesai
Tunggu aja sampe selesai
Tunggu aja sampe selesai

4 Configure system

Manjaro39

Setelah selesai tahap ketiga tadi, maka kita akan langsung disodori menu utama. Pastikan Configure system ter-highlight. Tekan ENTER.

Manjaro40

Bagian pertama dari konfigurasi sistem adalah Root Password. Root adalah user utama yang memegang tanggung jawab penuh terhadap masa lalu, masa kini, dan masa depan sistem komputer kita. Dalam sistem komputer berbasis Linux, root ini ibarat khalifah dalam negara Islam. Seluruh aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan suatu negara Islam sepenuhnya menjadi tanggung jawab khalifah, bukan tanggung jawab parlemen sebagaimana dalam sebuah negara demokrasi parlementer. Karena begitu besarnya tanggung jawab khalifah, maka hak-haknya juga sangat luas. Salah satu hak khalifah adalah ditaati oleh seluruh kaum muslimin dalam hal yang ma’ruf. Bahkan, sekalipun seorang khalifah berbuat zhalim, dan dengan demikian ia tidak berhak ditaati, ia tetap tidak boleh diberontak sampai tampak kekafiran yang nyata.

Begitu pula dalam sistem komputer berbasis Linux. Root adalah khalifahnya. Root bertanggung jawab atas apapun (entah baik entah buruk) yang terjadi pada sistem yang ia pimpin. Root berhak menginstal program di direktori sistem sedangkan user biasa hanya bisa menginstal di direktorinya masing-masing. Dengan demikian, password root adalah password yang sangat vital bagi kelancaran sistem dan harus digunakan dengan amat sangat bijaksana. Tidak boleh digunakan sembarangan. Tidak boleh lupa. Tidak boleh juga terlalu sederhana.

Dalam konfigurasi sistem instalasi Net Edition, password root ini wajib diseting. Langsung saja tekan ENTER.

Manjaro41

Masukkan password root Anda dengan mempertimbangkan panduan yang sudah saya paparkan tadi.

Manjaro42

Masukkan lagi password root tadi untuk keperluan konfirmasi saja.

Manjaro43

Oke, sekarang kita masuk ke bagian berikutnya, Setup User. User selain root juga harus ada. Mustahil ada negara, ada khalifah, tapi tidak ada rakyatnya. Syarat minimal shalat jama’ah kan dua orang, supaya ada imam dan ada ma’mum. Begitu pun syarat negara Islam, selain ada wilayah dan khalifah, juga harus ada rakyatnya.

Nah, dalam sistem berbasis Linux, hal ini juga berlaku. Root tidak boleh sendirian, harus ada user lain sebagai ma’mumnya. User lain inilah yang nantinya akan kita gunakan untuk mengoperasikan komputer sehari-hari, bukan root. Inilah yang sebabnya mengapa sistem komputer berbasis Linux sangat kokoh dan praktis bebas virus. Tidak sembarang user bisa melakukan perubahan terhadap sistem. Hanya root dan entitas-entitas lain yang mengetahui password root yang bisa mengambil alih kendali sistem.

Untuk menyeting user lain ini, pastikan Setup User ter-highlight (seperti gambar di atas), lalu tekan ENTER.

Manjaro44

Masukkan nama user Anda. Dalam contoh di atas, saya masukin danjiro karena sehari-hari saya ingin berkompi-ria sebagai danjiro. Nama user ini bisa apa saja yang sesuai selera atau kebutuhan Anda. Kalau sudah masukin nama user, seperti biasa tekan ENTER.

Manjaro46

Sekarang, masukin password user-nya. Sebisa mungkin dibedain sama root-nya demi alasan keamanan. Kalau sudah, tekan ENTER.

Manjaro47

Masukin lagi password user-nya untuk keperluan konfirmasi aja. Tekan ENTER lagi.

Manjaro48

Ini yang saya seting yang wajib-wajibnya saja dulu karena yang optional bisa diseting belakangan setelah reboot. Atau kalau mau diseting sekarang, silakan lihat postingan Bedah Manjaro Linux: Konfigurasi Optional yang Bisa Diseting Ketika Menginstal Net Edition.

Setelah konfigurasi sistem selesai, tekan Tab sampai tombol OK yang di bawah terpilih. Tekan ENTER. MLIF akan menginstal file yang dibutuhkan sesuai konfigurasi kita (jika ada yang harus diinstal).

5 Install bootloader

Manjaro51

Di menu utama, pastikan Install bootloader terpilih. Tekan ENTER.

Manjaro52

Di sini, ada dua pilihan, tapi sebenernya bisa dibilang wajib pilih yang pertama, GRUB. Tekan ENTER.

Manjaro53

Sedikit catatan OOT. Berhubung yang bikin Manjaro ini orang Jerman, maka wajarlah kalo ada salah grammar sedikit-sedikit. Itu harusnya “following settings”, ya, tapi tertulis “followed settings”. Nggak papa, langsung aja tekan ENTER.

Manjaro54 Manjaro55

TADAAAA~~!!! Selesai sudah instalasi bootloader-nya sekaligus proses instalasi Manjaro Linux Net Edition-nya. Udah gitu doang. Tekan ENTER.

6 Quit

Manjaro56

Yang bagian ini sebenernya nggak perlu diajarin, ya. Hehehe. Setelah tahap 5 selesai, kita akan disodori menu utama lagi. Pastikan Quit terpilih. Tekan ENTER.

Manjaro57

Setelah ini, kompi kita nggak otomatis reboot. MLIF cuma bilang Installation Finished! kayak di atas. Tapi lihat ada yang berbeda, nggak? Betul, di bawahnya sekarang ada command prompt kayak yang biasa ada di terminal. Itu lho yang tulisannya [manjaro@manjaro ~]$.

Manjaro58

Nah, di sini kita harus ketikkan perintah reboot, baru tekan ENTER.

Setelah reboot, tahapan booting-nya kurang lebih seperti deretan gambar berikut ini:

Manjaro61 Manjaro62 Manjaro63

Di sini kita sudah bisa menggunakan Manjaro sebagai OS kompi kita meskipun dalam level yang masih sangat primitif. Gimana cara ngetesnya? Coba aja login pake username dan password yang kita seting di tahap 4 Configure system tadi.

Manjaro64

Tuh, kan, udah bisa login. Nah, apa yang harus dilakukan setelah ini? Silakan baca di “Bedah Manjaro Linux” edisi selanjutnya.

Iklan

4 thoughts on “Bedah Manjaro Linux: Instalasi Net Edition 0.8.5

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: