A Time Traveler, He Might Be.

A Time-Telling Device from the Past

A Time-Telling Device from the Past

Jadi, hari ini saya bertemu (lagi) dengan salah satu Ibu Guru SD di tempat saya bekerja (saya kerjanya di SMA) yang pernah mengatakan bahwa saya sangat mirip dengan mantan kepala sekolah SD. Sebut saja mantan kepala sekolah SD ini sebagai Pak Munir.

Ibu Guru SD ini berkali-kali mengatakan bahwa saya benar-benar mirip Pak Munir. Saya sampe kepikiran.

Tiba-tiba, imajinasi liar saya memunculkan sebuah alternatif konspiratif yang mungkin ada benarnya. Saya berpikir, jangan-jangan Pak Munir adalah seorang time traveler.

Pak Munir hanyalah nama yang ia gunakan selama ia bepergian lintas-waktu, setidaknya ketika ia bepergian ke masa lalu dan akhirnya ended up working as a headmaster di SD yang bernaung di bawah yayasan tempat saya bekerja sekarang.

Pak Munir menggunakan nama “Munir” tersebut agar orang-orang yang mungkin mengenalinya di masa lalu tidak terlalu curiga bahwa dirinya sebenarnya adalah orang yang mereka kenal. Tentu tidak lucu ketika ia tiba-tiba bertemu teman sekolah atau teman kuliahnya dalam wujud yang sudah tidak layak disebut pelajar atau mahasiswa undergraduate lagi.

Entah apa motif Pak Munir bepergian ke masa lalu, tapi satu hal yang menguatkan spekulasi saya ini adalah bahwa Ibu Guru SD tadi menjawab, “Sepertinya di Jakarta,” dengan tidak meyakinkan ketika saya tanya di mana Pak Munir sekarang berada.

Entah apa motif Pak Munir bekerja di tempat yang sama dengan tempat kerja saya sekarang (hanya beda unit), tapi yang pasti mustahil ada kebetulan di dunia ini, bukan? Semua yang terjadi di alam semesta ini sudah terencana. Mungkin rencana tuhan. Bisa jadi pula rencana seseorang.

Menurut Ibu Guru SD itu, perawakan dan wajah saya persis Pak Munir, hanya saja mungkin lebih muda. Ini memang bukan pertama kalinya ada orang yang bilang saya mirip orang lain. Namun, keyakinan Ibu Guru SD ini yang tampaknya begitu kuat akan asumsinya sendiri bahwa saya mirip Pak Munir, ditambah pengiyaan (ya, Anda tidak salah baca: pengiyaan, kata “iya” yang diberi imbuhan peN- dan -an) dari rekan kerjanya yang lain, telah membuat saya berpikir ulang. Mungkin saja ini bukan kemiripan koinsidental yang biasa.

Mungkin Pak Munir adalah orang yang telah menemukan teknologi time travel di masa depan sana. Ia bepergian ke masa lalu sekedar untuk menguji coba teknologi temuannya. Dan karena ini sifatnya masih eksperimental, ia merasa harus merahasiakan identitasnya di dunia lampau yang ia kunjungi.

Pak Munir, entah mengapa, mungkin sengaja menampakkan dirinya untuk beberapa lama di sebuah institusi yang ia ketahui akan menjadi tempat saya bekerja nantinya. Pak Munir, meskipun menggunakan nama samaran, tetap menjaga penampilannya agar sesuai kepribadian aslinya agar ketika ia kembali ke masa depan nanti, dirinya di masa lalu–yang suatu hari nanti mungkin akan bertemu orang-orang yang pernah mengenal dirinya sebagai Pak Munir–masih punya kemungkinan untuk mengetahui kedatangannya dari masa depan.

Berhubung orang yang mirip–dan saat ini bekerja di tempat yang sama–dengan dirinya dahulu adalah saya, maka mungkin Pak Munir adalah saya yang datang dari masa depan.

\\(OAO)//

Iklan

2 thoughts on “A Time Traveler, He Might Be.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s