Bagaimana Cara Tampil di Simposium Internasional Meskipun Anda Belum Lulus S1

Kiriman proceeding dari panitia ISCS 2012, Universitas Gadjah Mada.

Kiriman proceeding dari panitia ISCS 2012, Universitas Gadjah Mada.

Gambar di atas adalah kiriman proceeding dari International Symposium on Computational Sciences 2012 untuk saya. Proceeding ini saya dapat setelah saya jadi presenter makalah di simposium tersebut. Oh ya, ini saya zoom label tujuan paketnya biar lebih meyakinkan. Hehe.

Dari panitia sebuah simposium internasional di universitas negeri bergengsi macam UGM untuk seorang mahasiswa S1 yang belum lulus-lulus juga setelah hampir 7 tahun kuliah di universitas negeri sekelas Unmul.

Dari panitia sebuah simposium internasional di universitas negeri bergengsi macam UGM untuk seorang mahasiswa S1 yang belum lulus-lulus juga setelah hampir 7 tahun kuliah di universitas negeri sekelas Unmul.

Waktu saya menghadiri simposium itu, saya bahkan belum lulus S1 alias belum sarjana. Sementara, yang hadir di simposium semacam itu biasanya adalah para dosen dan peneliti, minimal mahasiswa S2. Lalu, bagaimana caranya seorang anak manusia yang masih berstatus resmi “lulusan SMA” bisa tampil di simposium internasional semacam itu?

Jawabannya adalah takdir Allah. (^_^) Allah-lah yang telah berkenan memberi saya pemahaman Bahasa Inggris yang lumayan dan mempertemukan saya dengan para dosen pembimbing yang suportif. Saya rasa dua rahmat Allah inilah yang memungkinkan saya menyampaikan presentasi di ISCS 2012.

Mampu berbicara dalam Bahasa Inggris yang cukup baik adalah prasyarat utama bagi siapapun untuk bisa berbicara di forum internasional. Saya sebut prasyarat (prerequisite) karena syarat utama untuk tampil di simposium ilmiah internasional sebenarnya adalah hasil riset kita. Kalau riset kita sudah cukup bagus, maka tinggal prasyarat-prasyarat saja, seperti Bahasa Inggris dan pendanaan, yang harus kita penuhi untuk sampai ke simposium internasional.

Nah, bicara soal pendanaan, para pembimbing saya adalah orang-orang yang paling berjasa menghantarkan saya ke ISCS 2012. Tanpa bantuan Pak Dr. Rahmat Gunawan dan Bu Eva Marliana, M.Si, saya akan sangat kesulitan mendapatkan dana dari kampus untuk berangkat ke Jogja. Pak Igun bahkan went further dengan merogoh kocek pribadinya untuk menambal kekurangan dana dari pihak kampus yang memang nggak seberapa. (T^T)

Long story short, saya dan Pak Igun pun berangkat ke Jogja. Waktu berangkat, jujur saja, paper dan slide saya belum selesai. (;A;) Lho? Kok bisa? Ya jelas bisa karena yang wajib disetor ketika mendaftar kan cuma Abstrak-nya. Beberapa panitia simposium memang kadang punya kebijakan seperti itu dan alhamdulillah panitia simposium yang saya hadiri kali ini juga begitu. Akhirnya, untuk menuntaskan paper dan slide presentasi saya, saya  putuskan tidak ikut acara jalan-jalan ke Prambanan. (T^T) Inilah harga yang harus dibayar untuk procrastination. Sungguh harga yang cukup mahal. Kalau kalian nanti mau ikut simposium juga, usahakan paper dan slide sudah selesai sebelum berangkat, ya. Jangan kayak saya. (`-`;)

Keesokan harinya, tiba waktu saya untuk presentasi. Selama presentasi, saya merasa gugup. Bahkan, bisa dibilang selama saya duduk di kursi presenter itu perasaan gugup itu selalu ada. Namun, kegugupan bukan halangan untuk tampil baik. Rasa takut dan gugup itu ada bukan untuk dimusnahkan, bukan? Mereka ada untuk memacu sekresi adrenalin yang pada gilirannya berdampak pada peningkatan frekuensi detak jantung yang kemudian menyebabkan darah pembawa oksigen mengalir lebih deras ke otak sehingga kinerja sel-sel neuron pun menjadi lebih aktif. Sounds great, doesn’t it?

Jadi, selain riset yang baik, bahasa Inggris yang lancar, dan para pembimbing yang suportif, kita juga harus belajar mengendalikan rasa takut, gugup, dan malu, agar bisa tampil prima mempresentasikan riset kita di sebuah forum antarbangsa. (*o*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s