Adab Menulis Surat ke Professor di Jepang

Daffodil atau suisen dalam Bahasa Jepang. Dalam hanakotoba, suisen bermakna "respect".
Daffodil atau suisen dalam Bahasa Jepang. Dalam hanakotoba, suisen bermakna “respect”.

Beberapa waktu yang lalu saya berbincang-bincang dengan seorang sahabat yang saya kenal via Facebook. Beliau ini sedang menempuh kuliah doktoral (S3, Ph.D) di Kobe, Jepang. Perbincangan kami ketika itu berkisar pada bagaimana langkah-langkah yang tepat untuk mengontak calon supervisor di Jepang. Yah, tau sendirilah, saya kan pengen banget kuliah di Kyoto. Nah, berhubung punya temen Facebook yang udah kuliah di sana, nggak ada salahnya saya belajar. Alhamdulillah, kenalan saya ini orangnya baik banget makanya I consider her a close friend.

Salah satu yang saya bicarakan dengan beliau adalah isi surat perkenalan dengan calon supervisor yang saya target yang sekaligus merupakan Professor kepala laboratorium yang akan saya tempati untuk riset. Memang begini adatnya di sana.

Nah, sebelum masuk ke sahabat saya ini soal draft surat saya, ada baiknya kita lihat dulu isi draft surat yang saya tulis.

Dear Prof. [][][][][][][][][],

First of all, let me introduce myself. My name is Jumaidil awal. I currently live on Jl. Sultan Alimuddin Gg. Beringin No. 66 Samarinda 75115, East Kalimantan, Indonesia. I recently graduated from the undergraduate program of Chemistry Department of Mathematics and Natural Sciences Faculty of Mulawarman University, Samarinda. I’m interested in conducting a research concerning ionic liquids.

However, I’d like to know first if you are willing to accept new student for the academic year 2015. It would be a great favor for me to receive your answer but please answer it only at your most convenient occasion. Thank you for your willingness to take time reading my email.

Warmest regards,

Jumaidil Awal

Setelah saya konsultasikan dengan sahabat saya tadi, inilah poin-poin yang harus dikoreksi:

1. Susunan kalimat akan lebih baik kalau hanya ada satu kalimat untuk setiap barisnya, agar isinya lebih mudah dicerna oleh calon supervisor kita.

2. First of all dihilangkan karena ini hanya dipakai untuk komunikasi dengan teman sebaya. Lebih baik diganti dengan Please let me take this opportunity to introduce myself.

3. Alamatnya dipersingkat saja jadi “Samarinda, East Kalimantan, Indonesia”.

4. Hindari penggunaan singkatan seperti I’m atau I’d.

5. Hindari however –> Kata ini hanya digunakan oleh orang yang sudah jadi Sensei. (Saya juga nggak tau kenapa)

6. Hindari regards –> Ini digunakan untuk komunikasi dengan teman sebaya.

Nah, ini tadi panduan dari sahabat saya itu soal adab menulis surat ke Professor di Jepang. Dengan masukan begini saja, saya sudah sangat terbantu. Eh, ternyata, saking baiknya, sahabat saya ini malah bikinin revisi finalnya! (TvT) Terharu… Tapi, mohon maaf, ya, redaksinya nggak bisa saya bocorin di sini karena masih harus saya kirim ke calon supervisor saya. Kan nggak enak kalo ternyata surat yang mau saya kirim ini redaksinya sudah beredar luas duluan di Internet. Ntar saya dikira kopas lagi. (^_^)

Oke, back to the topic. Subhanallah. Saya bener-bener nggak nyangka bisa ketemu orang baeknya kebangetan kayak gini. Itulah kekuatan impian. Jika impian kita memang kita niatkan untuk Allah semata, insyaAllah Dia pun pasti akan menolong kita untuk menggapainya dari arah yang tidak kita sangka-sangka.

Semoga sharing saya kali ini bermanfaat, ya, tidak hanya bagi yang ingin sekolah di Jepang tapi juga bagi siapapun yang perlu gambaran adab komunikasi tertulis dengan orang dari latar belakang budaya dan pendidikan yang jauh berbeda.

Iklan

2 thoughts on “Adab Menulis Surat ke Professor di Jepang

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: